After All

Seringkali saya berpikir bahwa, perjalanlah yang membawa seseorang menuju suatu tujuan… bukan berarti mengesampingkan pentingnya sebuah niat, namun minimnya pemahaman kita atas hidup seringkali tanpa sadar kita berbelok dan berbelok lebih jauh lagi dari tujuan awal kita.

Meski tidak mengabaikan tujuan akhirnya, tidak dipungkiri juga bahwa kadang pemandangan di jalan yang baru kita lalui tampak mengasyikkan, tegang (karena tidak mengenal jalan itu) tapi mengasyikkan). Hal-hal seperti inilah yang seringkali membawa kita di sebuah pemberhentian. Beberapa orang segera pergi dan melanjutkan perjalanan, tapi tidak sedikit yang kemudian terasa betah dan memutuskan tinggal. Itulah hal yang kemudian sering saya pikirkan bahwa sang perjalanan yang membawa kita menuju suatu tujuan.

Menurut saya, bukan hal yang buruk juga jika ditengah perjalanan sebuah pemberhentian berakhir disuatu tempat yang tidak direncanakan dari awal. Tidak selalu juga bahwa hasil akhir dan hal yang di cari tidak dapat di temukan disana, bahkan sering hal baru yang ditemukan bahkan lebih dari yang diharapkan. Semua hanya tergantung kepada seberapa ego kita bisa mengukurnya secara obyektif.

Kenapa Ego harus saya sebutkan di sini? Untuk berbagai tujuan, kepentingan dan norma, kebanyakan dari kita selalu berpamitan saat kita akan pergi. Secara normatif kita akan menyebutkan tujuan yang akan kita datangi dan apa yang kita cari. Tanpa kita sadari hal itu menjadi salah satu perdebatan dalam diri kita sendiri saat kita tiba disuatu tempat baru yang sebenarnya telah menyediakan berbagai hal yang kita cari dan butuhkan. Jika berbagai hal tersebut telah ada. Apakah kita akan terus memaksakan diri mencari arah dan jalan ke tujuan awal kita?

Rencana harus tetap dibuat, Tujuan harus ditetapkan sejak awal, berpamitan merupakan sebuah norma yang pantas untuk tetap dilakukan. Namun saat perjalanan telah dimulai, hilangkanlah segala kekuatiran. Biarkan perjalanan yang membawa kita melangkah. Dan jika ternyata benar-benar perjalanan menuntun ke sebuah tempat yang baru, sebuah tempat yang jauh lebih baik bagi semua, barangkali yang perlu kita lakukan hanyalah berterima kasih kepada orang-orang yang telah memperngaruhi perjalanan itu menuju tempat yang baru. Sesakit apapun saat kita menyadari kita ditunjukkan arah yang salah dan menemui berbagai terjal rintangan yang ada. Satu hal yang pasti bahwa mereka telah menuntun kita ke sebuah tempat yang jauh lebih baik bahkan dari yang telah kita rencanakan sebelumnya.

Namun ingat, bahwa perjalanan yang sesungguhnya tidaklah pernah berakhir, karenanya sesungguhnya kita tidak perlu menunggu sampai perjalanan benar-benar berakhir untuk mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang telah mempengaruhi arah perjalanan kita. Karena perjalananlah yang membawa kita menuju suatu tujuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s