bajingan tua & pahlawan kesiangan

Suatu Ketika seorang sahabat cerewet bertanya kepada saya,

kenapa saya sangat membencinya?
Saya menjawab, “karena dia punya 7 dosa besar yang tak termaafkan”

  • BAJINGAN TUA itu tidak melaksanakan hasil keputusan rapat Head tanggal 9 Januari 2006 tentang adjustment pada Account 4423xx dari kesalahan input data yang dilakukan oleh stafnya
  • BAJINGAN TUA itu tidak melaporkan secara terperinci nomer account kepada saya atas journal transaksi gantung senilai Rp. 100.000.000,00 yang tersebar pada account 4424xx – 4429xx, hingga detik terakhir saya harus menyerahkan kewenangan pada pimpinan yang baru. Dan konyolnya lagi BAJINGAN TUA itu berhasil memojokkan saya (lihat dosa ke 4) untuk menyebutkan istilah “perputaran” mewakili kata selisih dana tersebut pada penjelasan laporan pertanggungjawaban hanya untuk memberikannya waktu lebih dapat menyelesaikan ketidakbecusannya menyiapkan Laporan Akhir Tahun tepat pada waktunya.
  • BAJINGAN TUA itu tidak melakukan penjelasan dan sanggahan apapun pada saat pimpinan yang baru melakukan koreksi silang antara catatan perusahaan dan catatan suplier perusahaan dan menemukan selisih “lebih” pada catatan perusahaan. Sebenarnya hal itu menjelaskan kenapa terdapat journal gantung pada laporan akhir tahun 2005 itu. Tapi entah BAJINGAN TUA itu sengaja membuatnya menjadi “harta karun” atau pimpinan baru yang tidak begitu memahami kalimat “selisih lebih” (yang pasti saya masih percaya bahwa pimpinan yang baru tidak dengan sengaja mengabaikannya sebagai unsur pengurang beban)
  • BAJINGAN TUA itu tidak meminta persetujuan saya saat memindahkan dana sebesar Rp. 131.500.000,- (kurang lebih) dari account no 4430xx ke account no 4431xx atas nama BAJINGAN TUA itu sendiri dan baru melaporkannya kepada saya sesaat setelah rapat Head tanggal 9 Januari 2006, dan entah dengan sengaja atau tidak membuat saya mati kutu tidak memiliki waktu untuk melakukan revisi terhadap laporan tersebut mengingat D – Day tinggal sehari lagi dengan seluruh materi penjelasan laporan telah dia siapkan.
  • BAJINGAN TUA itu entah dengan cara apa berhasil menghilangkan account 4100xx atas nama TUHAN YANG MAHA ESA dan baru saya sadari saat para pimpinan perusahaan (sahabat – sahabat saya) mengunjungi saya di pengasingan yang menyampaikan bahwa ada tambahan beban kepada saya sebesar Rp. 12.500.000,- dari Pak Hien yang entah dengan mekanisme seperti apa bisa dibebankan kepada saya. (Mungkin karena saya tidak berada di tempat sehingga mudah membebankan kepada orang yang tidak bisa bicara)
  • ANJING TUA (BAJINGAN TUA = ANJING TUA) itu selalu menjawab “TIDAK TAHU” jika (setiap saya tidak berada di tempat) di tanya oleh Dewan Direksi tentang aliran dana “besar” yang masuk ke perusahaan melalui saya. Bagaimana mungkin ANJING TUA itu tidak tahu, jelas dalam sidang KLARIFIKASI II menghadirkan dia sebagai salah satu narasumber dan ANJING TUA itu sendiri mengatakan : >> Dalam tahun anggaran 2005 perusahaan mengalami kekurangan anggaran sebesar Rp 270.000.000,00 dari RKAP hasil Retreat BOD tahun sebelumnya >> Terjadi kelebihan belanja Investasi baik fix asset ataupun integable asset baik di anggaran tahun 2005 dan pelimpahan beban kelebihan investasi periode tahun sebelumnya terdiri dari belanja pegawai (retreat bali 2004), pembelian kendaraan dinas baru dan belum termasuk investasi dan re investasi peralatan kerja, up grade komputer dan pemasangan tower koneksi internet >> Recovery pinjaman PIHAK III jangka panjang dari salah satu BUMN sebesar Rp. 125.000.000,00 tidak dapat dialokasikan secara maksimal sebagai working capital, beberapa kebutuhan mendesak seperti Biaya di bayar di muka (sewa kantor – September 2004) piutang karyawan dan sebagian beban kerugian anak perusahaan periode sebelumnya mengambil “sebagian besar” dana tersebut. >> Dan bagimana seekor ANJING TUA bisa mengatakan TIDAK TAHU kemana aliran dana tersebut yang notabone dia sendiri yang melaksanakan secara teknis seluruh pembayaran – pembayaran tersebut.
  • ANJING TUA (BAJINGAN TUA = ANJING TUA) itu jelas paham “ping pong” dana yang saya lakukan menimbulkan beban Capital Cost yang seluruhnya saya tanggung secara pribadi dan setiap KEBISUANNYA “memperjuangkan” penarikan dana saya (setelah perpindahan kewenangan alokasi dana) diperusahaan merupakan sebuah bom waktu bagi saya.

Minum air putuh sik…

Sahabat cerewet itu bertanya lagi, “lalu apakah menurut saya dia lah yang menyebabkan berbagai kesulitan hidup yang saya hadapi di tahun – tahun setelahnya?”

Saya menjawab… “BAJINGAN TUA?? O o o.. TIDAK.. TIDAK.. TIDAK.. segala kesulitan yang saya alami setelahnya hanya karena saya berlagak menjadi Pahlawan yang tidak bisa bangun terlalu pagi… sama sekali tidak disebabkan olehnya

2 thoughts on “bajingan tua & pahlawan kesiangan

  1. Keputusan untuk tidak menyalahkan “Bajingan Tua” sebagai akar keadaan ente sekarang ini adalah benar, karena tidak ada gunanya lagi untuk itu, biarkan dia bertanggung jawab nanti di “HARI KEMUDIAN” yang menjadi concern nya adalah mencoba tuk menapaki terus lembaran baru tanpa uring2an melihat kebelakang, tapi jadikan masa itu menjadi big leap buat sekarang. Tentukan sikap, ambil langkah dan terus bersabar tuk hari yang lebih baik.
    Cayoo….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s