Happy B’day Cintaku….

segalanya akan nampak nyata dengan bertambahnya usia pada setiap tahunnya….

kebahagiaan, kesedihan, pertengkaran, terluka, dan bahkah saat kita menerima keajaiban dunia yang diberikan Allah kepada kita, Arr Raffi Ramadhan Priambada…. tangis dan tawa rafi pun akan menjadi kekuatan lebih untuk kita dalam menghadapi langkah kehidupan

I love you

your friends are here, just next to you

Go to the light, aBbie, where those who have gone before you wait, with anticipation of feeling your presence. They will welcome you with open arms, combined with love, laughter and feelings that are the happiest that could be possibly felt by anyone, on earth or in heaven. Honey, There is no pain or suffering. Sadness is absolute impossibility. When you enter the light you can play with all of your friends that mysteriously disappeared while you were so gallantly battling the evil plague of cancer, and dodging cleverly the Grim Reaper’s angry hand of darkness that he possesses.

Those that are still on earth will certainly miss you deeply and long for your sense of specialness, but you will live in my heart and spirits. You are the reason that all people around me who know you were somehow brought closer to each other.

What is truly amazing is the way that, no matter what problems or complicated obstacle you had confront you. You consistetly overpowered and overcome you. Instead of thinking that you gave up, I admire your braveness and gallantry. I am somewhat relieved that you are finally going to feel the freedom of being a regular little girl and know that you have probably accomplished more than most of us will ever accomplish.

This heart you have thouched will never lose the feeling of love. So, honey when you suddenly find your self alone in the dark tunnel and pinpoint of light is visible, remember me and find the courrage to go into the light, where your friends, family could reach you again. We miss you so very….

end post

dedicated to soul keeper

just promise me

The big question is wheter you are going to be able to say a hearty yes to your adventure

Joseph Campbell

Will we…?

It’s strange, the things you remember. When life has crumbled suddenly, and left you standing there alone. It’s not big important things that you remember when you come to that, not the plans of years, not the love or the hopes you have worked so hard for. It is the little things that you remember then, the little things you had noticed at the time. The way a hand touched yours, and you busy to notice, the hopeful little inflection on a voice you didn’t really bother to listen to.

It was really us… do the plans to put every kindness in our life, to put every single love to give, to put our strenghness to light up the darkness. Being candle in the night… it was really us… Doing everything in angridity, shout out everywhere just make other mistakes come and come again. Now I really understand and could see anything clearly, that I have to dealing with my self about evrything happened in the past, while the love river being shallower.

Yes all the thing I remembered when life crumbled suddenly are just the small thing, not the big one. Then, why I wait? I have to do it, right here right now and when the time has come… promise me, that mickey mouse must go away…

After All

Seringkali saya berpikir bahwa, perjalanlah yang membawa seseorang menuju suatu tujuan… bukan berarti mengesampingkan pentingnya sebuah niat, namun minimnya pemahaman kita atas hidup seringkali tanpa sadar kita berbelok dan berbelok lebih jauh lagi dari tujuan awal kita.

Meski tidak mengabaikan tujuan akhirnya, tidak dipungkiri juga bahwa kadang pemandangan di jalan yang baru kita lalui tampak mengasyikkan, tegang (karena tidak mengenal jalan itu) tapi mengasyikkan). Hal-hal seperti inilah yang seringkali membawa kita di sebuah pemberhentian. Beberapa orang segera pergi dan melanjutkan perjalanan, tapi tidak sedikit yang kemudian terasa betah dan memutuskan tinggal. Itulah hal yang kemudian sering saya pikirkan bahwa sang perjalanan yang membawa kita menuju suatu tujuan.

Menurut saya, bukan hal yang buruk juga jika ditengah perjalanan sebuah pemberhentian berakhir disuatu tempat yang tidak direncanakan dari awal. Tidak selalu juga bahwa hasil akhir dan hal yang di cari tidak dapat di temukan disana, bahkan sering hal baru yang ditemukan bahkan lebih dari yang diharapkan. Semua hanya tergantung kepada seberapa ego kita bisa mengukurnya secara obyektif.

Kenapa Ego harus saya sebutkan di sini? Untuk berbagai tujuan, kepentingan dan norma, kebanyakan dari kita selalu berpamitan saat kita akan pergi. Secara normatif kita akan menyebutkan tujuan yang akan kita datangi dan apa yang kita cari. Tanpa kita sadari hal itu menjadi salah satu perdebatan dalam diri kita sendiri saat kita tiba disuatu tempat baru yang sebenarnya telah menyediakan berbagai hal yang kita cari dan butuhkan. Jika berbagai hal tersebut telah ada. Apakah kita akan terus memaksakan diri mencari arah dan jalan ke tujuan awal kita?

Rencana harus tetap dibuat, Tujuan harus ditetapkan sejak awal, berpamitan merupakan sebuah norma yang pantas untuk tetap dilakukan. Namun saat perjalanan telah dimulai, hilangkanlah segala kekuatiran. Biarkan perjalanan yang membawa kita melangkah. Dan jika ternyata benar-benar perjalanan menuntun ke sebuah tempat yang baru, sebuah tempat yang jauh lebih baik bagi semua, barangkali yang perlu kita lakukan hanyalah berterima kasih kepada orang-orang yang telah memperngaruhi perjalanan itu menuju tempat yang baru. Sesakit apapun saat kita menyadari kita ditunjukkan arah yang salah dan menemui berbagai terjal rintangan yang ada. Satu hal yang pasti bahwa mereka telah menuntun kita ke sebuah tempat yang jauh lebih baik bahkan dari yang telah kita rencanakan sebelumnya.

Namun ingat, bahwa perjalanan yang sesungguhnya tidaklah pernah berakhir, karenanya sesungguhnya kita tidak perlu menunggu sampai perjalanan benar-benar berakhir untuk mengucapkan terima kasih kepada siapapun yang telah mempengaruhi arah perjalanan kita. Karena perjalananlah yang membawa kita menuju suatu tujuan.

Tepung Kentang

Solenium Tuberosum, mereka menyebutnya seperti itu, sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Semula di manfaatkan orang Andes, bangsa Indian, untuk membuat chumo (makanan bangsa Indian). Selanjutnya, Spanyol mulai membawanya ke Amerika 400 tahun kemudian. Di Tahun 1950, Kentang mulai menjadi makanan pokok untuk beberapa bangsa dan bahan boga.

Indonesia, seharusnya sangat bersyukur dengan Iklim dan tanah yang sangat mendukung untuk menanam Kentang. Namun entah mengapa, kita selalu menjadi bangsa yang hampir selalu berpikir terlambat atau malah tidak berpikir sama sekali. Dengan nilai ekspor yang cukup besar, demand yang cukup tinggi, bangsa kita memilih untuk menjual begitu saja kentang – kentang basah kita. Padahal jika mereka mau sedikit bersabar, dan bersedia untuk melakukan proses tambahan mereka akan mendapatkan nilai lebih untuk itu.

Cina, Singapura dan beberapa tetangga kita membutuhkan begitu banyak kentang dan mereka melakukan proses yang saat ini kami lakukan. Selanjutnya seperti hal lain – lainnya, mengirimkannya kembali menjadi produk setengah jadi yang kita konsumsi dengan lebih mahal. Cerita Lama.

Selain kesedihan melihat hal tersebut di atas, ada hal lain lagi yang lebih konyol. Dari beberapa negara di sekitar, Indonesia mempunyai Iklim dan tanah paling top untuk menanam kentang (di kebun kita). Tapi yang menyedihkan adalah, bahkan sampai sekarang, bibit Kentang, Kita harus Import dari Australia. So Sad😦

Sebenarnya tidak terlalu rumit untuk membuat Tepung Kentang.

** Steamer

Di tempat kami, Proses di mulai dengan memasukkan bahan baku kentang basah ke dalam bak kontrol yang kemudian di semprot dengan air bertekanan tinggi. Selanjutnya dengan Ban berjalan di kirim melalu Steamer yang akan membuatnya jadi setengah matang. Proses selanjutnya adalah Crussing untu mengupasnya. Tahap akhir, Kentang akan dikirim ke dalam mesin press bertekanan tinggi dan saat bersamaan uap air akan di hisap keluar. Hasil berupa Tepung akan disimpan ke dalam Silo sebelum di packing

** Vacuum Reactor

Potensial Market… Memang Tepung Kentang saat ini tidak sepopuler batu bara ataupun BBM, tapi jangan salah, bukan hanya profiting from future yang bisa kita impikan, tapi jika kita bersedia kembali menengok sedikit, kenapa kita harus mengekspor ketang mentah dan mengimpor tepung kentang yang membuat harga menjadi selangit. Sementara permintaan dari dalam negeri sudah begitu tinggi.

Beberapa hari yang lalu, salah satu produsen susu bubuk menelpon saya, harga impor Tepung kentang semakin meroket, mencapai $ USD 9 per kilo nya, sementara Tepung Kentang adalah salah satu komponen penting mereka. Mereka meminta kami untuk bisa melayani kebutuhan mereka. Namun sayang, kemampuan modal kami tidak mencukupi untuk menambah kapasitas produksi kami. Saat ini kami hanya mampu memproduksi 200 ton/bulan tepung kentang. Dan jujur seluruhnya kami ekspor ke Singapura. Hal ini kami lakukan untuk bertahan hidup. Metode pembayaran sangat berpengaruh terhadap orientasi penjualan kami, mengingat kemampuan modal kami hanya dengkul dan sedikit tumit. Saya sungguh sangat sedih jika mengingat bahwa saya bahkan tidak mampu membantu mereka untuk tidak lagi menaikkan harga produk susunya.

Itu kenapa hari ini saya posting ini, saya berharap ada Investor – investor yang kemudian tertarik untuk membuka kegiatan usaha sejenis. Paling tidak saya berharap bahwa dalam keadaan yang semakin sulit ini jika harga Minyak semakin meroket menstimulir biaya hidup yang semakin tinggi, harga susu untuk generasi yang akan datang tidak naik juga, syukur kalau bisa turun.

Dan rasanya gak nyaman bertanding tanpa lawan seperti saat ini. We still the only one in this bloody country. Dan konyolnya, kamipun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.