Just Other Side Of Me


great moment (1)

Posted in Uncategorized by Bnoky on the June 9, 2008

Kali ini kami di daerah selatan, rencananya kami akan menyusuri sepanjang JL. Bantul masuk ke Ring Road, di perempatan Ring Road – Jl. Parangtritis belok ke selatan lagi menuju Pantai Parangtritis.

Makan malam, pastilah kegiatan rutin yang tiap orang lakukan, tapi makan malam bersama Itok, , jika kami sama – sama harus mengerjakan sesuatu di kantor atau lagi males pulang, yang hampir selalu terjadi adalah hal yang menggelikan. Mulai dari pilihan menu, tempat makan dan cara menuju ke sana, selalu saja menimbulkan perdebatan.

Satu malam, dalam keadaan amat sangat kelaparan, sepulang main sepak bola kami berangkat makan malam bareng, malam itu sengaja aku menurut atas menu dan pilihan tempat makan, mengingat rasa lapar yang sudah menjalar sampai belakang kepala, dan pilihannya adalah lesehan mbak nora, di sudut perempatan jokteng kulon.

Menurut Itok, tempat ini adalah tempat makan yang sangat sehat, selain bahwa komposisi sayur dan sambal yang seimbang, mbak nora juga selalu mengganti minyak goreng setiap saat (sekarang minyak mahal apa masih seperti itu ya?). Sekali goreng buang… beberapa kelebihan lain juga di sebutkan olehnya, mulai orangnya yang manis sampai gerakannya yang gemulai saat memasak. Poin terkahir inilah yang membuatku tidak pernah setuju untuk makan di tempat ini, dan inilah yang terjadi malam itu, gara – gara ke-gemulaiannya itu, mbak nora jadi sangaaaaat lama dalam menyajikan pesanan. Antara air minum dan nasi putih paling tidak membutuhkan waktu hampir 15 menit, dan antara nasi putih sampai dengan lauk dan sayur bisa 30 menit sendiri…

Gemetar tanganku saat akhirnya suap pertama masuk dalam perutku, sumpah setiap ingat kejadian itu aku langsung lapar dan tidak dapat menahan diri untuk segera makan. Dan entah kenapa aku selalu mengingatnya saat aku berpuasa hehehe….

**Aku menangis tiap saat ku ingat rasa lapar itu. **Aku tertawa jika ku ingat setelah kejadian itu, aku bersumpah jika Itok mengajakku makan di tempat mbak nora lagi, aku tidak mau keluar uang sepeserpun alias Itok harus mentraktirku… dan itulah yang terjadi sampai saat terakhir kami makan bareng di lesehan mbak nora, Itok selalu yang membayar.

Leave a Reply