Fly away
there was nothing i can do when the last words i could hear from you is leave me… there was nothing i could do when the last thing you gave me is tears… there was nothing i can say when the last word you say is i love you…
Never know exactly happened, only thing i can do just fly away… from anything that would remind me about you… I am here now, in the dark of shadow, in the grey of the truth…
silence… whispering of prayer…
jUst pRomise mE
The big question is wheter you are going to be able to say a hearty yes to your adventure
Joseph Campbell
Will we…?
It’s strange, the things you remember. When life has crumbled suddenly, and left you standing there alone. It’s not big important things that you remember when you come to that, not the plans of years, not the love or the hopes you have worked so hard for. It is the little things that you remember then, the little things you had noticed at the time. The way a hand touched yours, and you busy to notice, the hopeful little inflection on a voice you didn’t really bother to listen to.
It was really us… do the plans to put every kindness in our life, to put every single love to give, to put our strenghness to light up the darkness. Being candle in the night… it was really us… Doing everything in angridity, shout out everywhere just make other mistakes come and come again. Now I really understand and could see anything clearly, that I have to dealing with my self about evrything happened in the past, while the love river being shallower.
Yes all the thing I remembered when life crumbled suddenly are just the small thing, not the big one. Then, why I wait? I have to do it, right here right now and when the time has come… promise me, that mickey mouse must go away…
terjebak
Pastilah setiap orang pernah mengalami situasi di mana dirinya terjebak. Dari terjebak kemacetan sampai terjebak dalam kamar mandi.
Dalam banyak kejadian, saat kita terjebak, hal pertama yang kita rasakan adalah panik. Panik karena menyadari kita tidak seharusnya berada dalam situasi itu. Apalagi jika tidak merasa nyaman atau aman dalam situasi di mana kita terjebak. Hal kedua yang mungkin kita rasakan adalah marah. Bisa marah pada apa saja atau siapa saja yang kita anggap membuat kita berada dalam situasi itu, dan hal terakhir adalah bingung. Bingung harus berbuat apa, atau mulai dari mana.
Mungkin hal yang paling bijak untuk dilakukan pertama kali kita lakukan adalah “Jangan Panik”. Jika perlu diam sebentar merenung mempelajari segala situasi yang ada hingga kita tahu persis kita berada di mana dalam keadaan seperti apa. Kadang dengan melakukan gerakan atau tindakan yang tidak kita pikir secara matang membuat kita semakin membuat kita terjebak dalam kesulitan yang lebih.
Marah.. hanya akan mengurangi kecerdasan kita dalam memperhitungkan langkah yang harus di ambil. Bahkan kadang tanpa kita sadari kita semakin menjebak diri kita dalam situasi itu. Introspeksi dan menganalisa berbagai kesalahan langkah yang mungkin pernah kita buat sebelumnya.
Bingung… pasti dong, karenanya saat kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan.. jangan lakukan. Sambil kita mengulas balik bagaimana kita bisa ada dalam situasi itu. Lalu mencoba memperbaikinya. Mungkin saat kita kembali ke masa sebelum kita terjebak, kita bisa mengingat dan menemukan cara bagaimana kita bisa keluar dari sana.
Namun, jika kita belum juga menemukan apa yang harus segera kita lakukan, berhentilah sejenak dan duduklah di sudut Kamar Mandi.
your friends are heRe, just nExt to you
Go to the light, aBbie, where those who have gone before you wait, with anticipation of feeling your presence. They will welcome you with open arms, combined with love, laughter and feelings that are the happiest that could be possibly felt by anyone, on earth or in heaven. Honey, There is no pain or suffering. Sadness is absolute impossibility. When you enter the light you can play with all of your friends that mysteriously disappeared while you were so gallantly battling the evil plague of cancer, and dodging cleverly the Grim Reaper’s angry hand of darkness that he possesses.
Those that are still on earth will certainly miss you deeply and long for your sense of specialness, but you will live in my heart and spirits. You are the reason that all people around me who know you were somehow brought closer to each other.
What is truly amazing is the way that, no matter what problems or complicated obstacle you had confront you. You consistetly overpowered and overcome you. Instead of thinking that you gave up, I admire your braveness and gallantry. I am somewhat relieved that you are finally going to feel the freedom of being a regular little girl and know that you have probably accomplished more than most of us will ever accomplish.
This heart you have thouched will never lose the feeling of love. So, honey when you suddenly find your self alone in the dark tunnel and pinpoint of light is visible, remember me and find the courrage to go into the light, where your friends, family could reach you again. We miss you so very….
end post
dedicated to soul keeper :
if you really love her, just let her soul go fly freely…
******** Anonymous said… ku benci dengan semuanya…. selalu menggak ku gak bener HEI…. kenapa kamu-2 gak komentar disini, Kenapa gak buka blog ini…. COMMENT disini biar orang yang bertanggungjawab dengan blog ini tau kalo AKU gak punya temen…. bahwa banyak yang benci, siehingga gak ada yang commen disini….. dan tidak lagi bertanya-tanya, kenapa gak ada yang komentart di blog ini…….. 12:41 AM *******
you may deleted those comments by her blog, and force her anything to say…. but you can’t stop her soul fly to me everytime hers cries…
dear dearest, i am so sorry, everything happen to you it was my mistakes… time will bring you where you suppose to be…
mAafkan saya ma…
Mama gak pernah menganggapnya seperti itu… Mama cuma mau lihat seperti saat baru kembali dari Jogja. Tidak lama mama menikmati hasilnya. Mama didik, mama berikan kasih sayang, mama berikan semua yang masih mungkin untuk mama berikan meski mama sangat sadar ada banyak kekurangan dari mama yang sangat tidak dia sukai.
Dia Mutiara mama… satu – satunya yang mama miliki setelah Papa dan Kakaknya pergi. Mama tidak pernah menuntut lebih, apalagi menyalahkannya atas kondisi mama. Tapi Mama juga tidak ingin kemudian dia tidak menganggap sama sekali apa yang sudah kami lakukan bersama – sama selama 28 Tahun ini tidak ada artinya.
Mama juga lelah… Saat mama berbicara, berusaha memberi pengertian kepadanya, yang dilakukannya selalu berteriak, yang dilakukannya menyakiti dirinya sendiri. Lalu bagaimana dia bisa mengerti apa sebenarnya yang mama inginkan? Apa sebenarnya yang ada di dalam hati mama? Harapan mama tentang dirinya? Jika belum apa – apa dia sudah tutup telinganya, tutup matanya, tutup hatinya untuk melihat, mendengar dan merasakan sebuah kenyataan bahwa memang dia sudah berubah jauh kebelakang .
Memang benar… Sudah kewajiban seorang ibu memang jika memberikan bekal yang terbaik untuk masa depannya. Sehingga mama dalam usia mama, harus bekerja membanting tulang paling tidak agar kebutuhan dasar untuknya selama menimba pengalaman dapat tercukupi. Dan mama sudah dengan Ikhlas melakukannya sendirian sejak Papa meninggal. Tapi apakah bukan Hak seorang Ibu mempertanyakan hasilnya dia mencari bekal? Mempertanyakan peningkatan, kemajuan dalam hidup dan kehidupan? Salah besar jika dia berpikir bahwa mama minta apa yang sudah mama berikan di ganti dan di kembalikan dalam bentuk Rupiah. Salah besar jika dia berpikir bahwa apa yang sudah mama berikan harus di ganti dengan barang… apalagi kalau bilang mama matre…
Belajar? Berkarya?… Bolehlah dia menyebut nyebut seperti itu, tapi mama tidak buta, mama tidak tuli. Dan mama yang mengasuhnya sejak dia dilahirkan di dunia ini, menyusuinya, membesarkannya. Dan selama dia menganggap ada hal lain yang bisa memberikan kebahagiaan kepadanya dan mama menghalanginya itu yang mama sebut sebagai kemunduran. Dia tidak melihat apa yang dia lihat, dia tidak mendengar apa yang dia dengar… Hatinya telah dibutakan oleh sesuatu yang sampai sekarang tidak bisa mama mengerti apa dan bagaimana.
Hanya sebulan sejak dia pulang, mama menikmati apa yang telah dia capai dalam menimba ilmu dan pengalaman. Lalu dia berubah seperti sekarang yang kalau mama bilang, lupa umur lupa kedewasaan… Dan mama dipaksa menerima keadaan itu karena dia akan mulai menyakiti dirinya sendiri jika mama mulai mengajaknya untuk berpikir secara dewasa sesuai umur yang sebenarnya. Berkelakuan sesuai umur yang sebenarnya, bukan terpaksa mengikuti sesuatu yang mana memang belum saatnya.
Jika menilai seperti itu berarti dia memang sudah mundur kebelakang… Mendinginkan apa? Dia merasa bisa karena memang tidak tahu apa – apa, Mencairkan apa? Dia merasa bisa karena memang belum saatnya. Tapi itu semua kan mimpi? Dia lupa, bahwa sebenarnya dia tidak butuh pencair, dia tidak butuh pendingin, dia sudah memiliki segalanya dalam dirinya… dia sudah memiliki figur seperti apapun di dalam keluarganya.
Itu dia contohnya yang mama bilang sebagai kemunduran… Cara mama berbicara memang seperti itu dan tidak pernah ada masalah selama ini. Hanya sejak dia berpikir menemukan sebuah es dalam kobaran api saja dia berpikir seperti itu. Kenapa dia tidak mengingat bahwa dari dulu mamanya juga seperti ini kalau bicara. Tidak ada yang berubah.
Yaaa… Kalau seperti itu semua orang di sini juga seperti itu. Siapa yang tidak bisa? Tidak mikir, tidak peduli, tidak paham, tidak empati… itu yang mama sebut sebagai kemunduran… Karena dia yang akhirnya harus terus membimbing, karena toh kenyataannya dia lebih dewasa, lebih berpengalaman, lebih berilmu. Dia jadi lupakan dirinya sebagai seorang anak, sebagai seorang figur sosial, sebagai orang dengan bekal yang lebih dan sebagai hamba dari Tuhan…
Saat ini?… Mama hanya ingin dia punya keberanian untuk kembali dekat dengan Tuhan. Hanya itu…
Dan ingat satu hal ya nak, terima kasih sudah memberi kesempatan mama untuk marah… kebetulan mama memang sedang ingin sekali marah. Ada rasa kadang Mama ingin salahkan anak, karena mama pikir akhirnya mama kehilangan domba mama karena anak. Kita sudah pernah bicarakan hal ini jauh sebelum kejadian, dan toh nyatanya anak sudah tahu bahwa dia tidak bisa sendiri, tidak mampu sendiri. Lalu kenapa membiarkannya pergi? Dan saat kejadian itu baru saja berupa tanda – tanda, berulang kali mama bilang, Datanglah!!! tapi anak tidak ada pernah datang… Memang tidak menginginkannya di awal, kalian melakukan sebuah kesalahan dalam memulai hubungan, bagaimanapun itu tidak baik. Tapi meski mama tidak melihat, mama tidak mengikuti prosesnya, toh mama lihat kenyataannya… hasilnya… mama sempat melihat domba mama menjadi seorang putri yang pernah almarhum papanya harapkan…
Tapi sudahlah… tidak ada yang bisa mama lakukan sekarang, bantu mama doa , agar dia kembali dekat dengan Tuhannya, dia punya lagi teman – teman yang sepadan dengannya yang bisa membawanya di mana dia seharusnya berada.
Semoga tangan Tuhan bersedia menyentuhnya…
* * *
Maafkan saya ma…
- speechless -