Just Other Side Of Me


jUst pRomise mE

Posted in Inspiration, personal, romance by Bnoky on July 11, 2008

The big question is wheter you are going to be able to say a hearty yes to your adventure

Joseph Campbell

Will we…?

It’s strange, the things you remember. When life has crumbled suddenly, and left you standing there alone. It’s not big important things that you remember when you come to that, not the plans of years, not the love or the hopes you have worked so hard for. It is the little things that you remember then, the little things you had noticed at the time. The way a hand touched yours, and you busy to notice, the hopeful little inflection on a voice you didn’t really bother to listen to.

It was really us… do the plans to put every kindness in our life, to put every single love to give, to put our strenghness to light up the darkness. Being candle in the night… it was really us… Doing everything in angridity, shout out everywhere just make other mistakes come and come again. Now I really understand and could see anything clearly, that I have to dealing with my self about evrything happened in the past, while the love river being shallower.

Yes all the thing I remembered when life crumbled suddenly are just the small thing, not the big one. Then, why I wait? I have to do it, right here right now and when the time has come… promise me, that mickey mouse must go away…

terjebak

Posted in Inspiration, personal by Bnoky on July 10, 2008

Pastilah setiap orang pernah mengalami situasi di mana dirinya terjebak. Dari terjebak kemacetan sampai terjebak dalam kamar mandi.

Dalam banyak kejadian, saat kita terjebak, hal pertama yang kita rasakan adalah panik. Panik karena menyadari kita tidak seharusnya berada dalam situasi itu. Apalagi jika tidak merasa nyaman atau aman dalam situasi di mana kita terjebak. Hal kedua yang mungkin kita rasakan adalah marah. Bisa marah pada apa saja atau siapa saja yang kita anggap membuat kita berada dalam situasi itu, dan hal terakhir adalah bingung. Bingung harus berbuat apa, atau mulai dari mana.

Mungkin hal yang paling bijak untuk dilakukan pertama kali kita lakukan adalah “Jangan Panik”. Jika perlu diam sebentar merenung mempelajari segala situasi yang ada hingga kita tahu persis kita berada di mana dalam keadaan seperti apa. Kadang dengan melakukan gerakan atau tindakan yang tidak kita pikir secara matang membuat kita semakin membuat kita terjebak dalam kesulitan yang lebih.

Marah.. hanya akan mengurangi kecerdasan kita dalam memperhitungkan langkah yang harus di ambil. Bahkan kadang tanpa kita sadari kita semakin menjebak diri kita dalam situasi itu. Introspeksi dan menganalisa berbagai kesalahan langkah yang mungkin pernah kita buat sebelumnya.

Bingung… pasti dong, karenanya saat kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan.. jangan lakukan. Sambil kita mengulas balik bagaimana kita bisa ada dalam situasi itu. Lalu mencoba memperbaikinya. Mungkin saat kita kembali ke masa sebelum kita terjebak, kita bisa mengingat dan menemukan cara bagaimana kita bisa keluar dari sana.

Namun, jika kita belum juga menemukan apa yang harus segera kita lakukan, berhentilah sejenak dan duduklah di sudut Kamar Mandi.

“G I L A”

Posted in Inspiration, personal, works by Bnoky on June 29, 2008

Tepung Kentang… Kenapa Tepung Kentang? Mau di Jual Kemana? Duit dari mana? Siapa yang mau membantu? Pertanyaan itu yang selalu menyapa saat saya harus menjelaskan kepada berbagai pihak tentang rencana ini. Jujur, pertama kali saat saya melihatnya, saya juga tidak begitu yakin dengan apa saya lakukan.

Industri… Tepung Kentang… Mahal… Iklim Investasi Lesu

* Industri… sebuah lahan yang belum tersentuh oleh saya sebelumnya. Tidak ada pengetahuan apalagi pengalaman dalam bidang ini

* Tepung Kentang… jangankan Tepung Kentang, Tepung Terigu saja bisa di hitung dengan jari saya melihatnya

* Mahal… Membeli sebuah Pabrik? Dengan kondisi saya, membeli pabrik ini adalah sebuah impian di tengah hari bolong… Mimpi mas :p

* Iklim Investasi Lesu… 2007 – 2008, mungkin mimpi paling buruk Negeri ini untuk semua kegiatan usaha, apalagi memulai kegiatan usaha. Harga minyak yang tidak terkendali, biaya hidup yang semakin tinggi, Krisis energi di mana – mana…

Kepala saya rasanya sangat berat dan perut mual jika mengingat kembali saat – saat itu – 27 Mei 2007 – saat akhirnya dengan komposisi seimbang antara harapan dan keputusasaan, saya putuskan untuk membeli pabrik ini.

Selanjutnya melakukan ritual egosentris yang selalu saya lakukan saat saya me – recharge energi saya. Tidak menonton atau membaca berita buruk hanya berita gembira dan gosip – gosip bahagia. Tidak membaca buku – buku motivasi, tidak melihat Iklan dan tidak mendengar musik dalam birama 4/4 bernada dasar minor. Stop Film Indonesia dan jauhi Sinetron.

Seminggu setelah melakukan ritual tersebut saya melakukan apa yang harus saya lakukan… Memotong rumput yang sudah tumbuh tinggi di lingkungan pabrik, membersihkan halaman seluas 47.200 m2 dan mengecat kantor. Semua kami lakukan hanya bertiga… dengan 2 sahabat saya, tentunya dengan semangat ‘67 sambil mendengarkan pidato Bung Karno dan iringan musik Rolling Stone.

First sight, first shoot, kuasai Teknologi Informasi… Tanam teknologi terbaru dalam semua data prossesing. Plasma – Inti, dalam pengadaan bahan baku, tidak tergantung pada sesuatu yang tidak dalam kendali. Konversi Sumber Energi dari PLN dengan membuat Power Plant dengan bahan bakar Minyak Jarak. Solar Cell di atap Main Office Building untuk sumber Energi bagi peralatan elektronik pendukung operasional…

Semua itu yang tertulis dalam kerangka awal proposal Investasi yang saya susun dan ku sampaikan pada seorang teman yang tahu persis kondisiku saat itu, hasilnya?

Friend says :

“Kamu adalah manusia pemimpi dalam kebutaan, Sakit Jiwa, Kram Otak, Rusak Permanen… J

Dan aku menjawabnya :

“Kenapa Tepung Kentang? Karena Pabrik ini adalah satu – satunya Pabrik Tepung Kentang dalam kapasitas Industri di Indonesia…”

friend says :

“G I L A”

*Welcome to Trimitra Era Sejahtera, PT

We arE all penCils in the hand of God

Posted in Inspiration, personal by Bnoky on June 12, 2008

Sabtu siang, dari Juanda sepulang dari jakarta aku sempatkan mengunjungi Indar di kantornya. 6 bulan tidak bertemu, tidak banyak yang terlihat berubah darinya, straight and teges… senyum riangnya, perubahan air mukanya saat dia tidak nyaman, cara bicaranya, hampir semuanya sama… profesi pialang saham yang identik dengan dunia malam saat mereka gain the point yang kini jadi dunia nya tidak banyak merubah dirinya.

Tidak lama, hanya mampir dan berbincang ringan tentang keadaan dirinya dan anak – anak, saat berpamitan tiba, dia menulis sesuatu di kertas dan diletakkan disakuku… dia berpesan hanya boleh di buka jika aku merasa sendiri.

Sambil berjalan ke tempat parkir ku membayangkan kembali kebersamaan kami yang memang tidak banyak dapat kuingat lagi setelah semua ini.

Hari ini empat tahun yang lalu, pertama kalinya kulihat senyum tercantiknya, terkembang di antara jabat erat tulus para sahabat dan peluk erat restu orang tua…

Tidak ada kata lain yang bisa ku ucapkan saat ini, betapa aku sangat bersyukur ada disana saat itu, karena kita tidak pernah tahu yang akan terjadi setelah hari itu.

Dia selalu ada, dalam susah dan senang bukanlah sebuah kiasan.

Ketabahannya, membuatnya bertahan menanggung luka akibat keyakinanku
Kesabarannya, membuatnya mampu terus mengobarkan semangatku untuk meraih obsesiku
Ketulusannya, membuatnya rela dan yakin untuk melepasku pergi mengejar hasratku

Tidak banyak yang dapat kuingat saat ini tentang kami, tapi ada hal yang mungkin tak pernah dapat ku lupa tentang dirinya.

Tidak kulupa apa yang dia tulis dan tempel di Lemari es kami saat ku mulai berlagak menjadi pahlawan kesiangan…

“It is one of the most beautiful compensations of this life that no man can sincerely try to help another without helping himself…”

Tidak juga bisa ku lupa saat di titik nadir terendah ku kehilangan segalanya, ku bertanya padanya, “kenapa saat seluruh cobaan hidupku hampir berakhir, muncul lagi persoalan baru yang jauh dari anganku untuk kehilangan lagi…?”

“The man who has no problems is out of game..” – sms ini masih ayah simpen lho bun,.. ;) -

Belum lagi caranya untuk meyakinkanku bahwa anak- anak kami dalam kondisi baik – baik saja serta terus dan terus mengingatku saat kami telah jauh dan agar aku tidak terlalu khawatir dengan mereka… Dia menuliskan semacam puisi… – atau emang puisi to bun? hehehe, it wasn’t other side of you… it was really you –

Bersyukur, seharusnya itu yang ku lakukan… saat menyadari betapa hal – hal kecil itu sangat berarti buatku. Hal – hal itu yang membuatku pernah kuat bertahan menghadapi segala persoalan hidup yang sepertinya tidak kunjung berakhir.

Tidak pernah aku bisa berpikir bagaimana semua ini bisa terjadi, saat semua hal telah kupersiapkan, kulaksanakan dengan sungguh – sungguh, berusaha membuat setiap orang yang memang patut bahagia untuk dibahagiakan, tapi rasanya selalu saja ada yang salah… Apakah setiap saat keyakinan harus berubah, apakah setiap saat mimpi harus sama? Entahlah, aku sangat ingin jauh dari memikirkan hal – hal yang aku tidak pernah tahu dengan sebenarnya apakah ada jawaban untuk semua hal yang pernah terjadi…?

Bukan aku kalau tidak selalu penasaran… Sesampai di mobil, ku buka kertas kecil yang tadi diselipkan olehnya di kantongku… (kok tulisan tanganmu masih jelek to bun :-P )

“…Dear ayah, “We are all pencils in the hand of God” yang terus menuliskan kisah yang akan menjadi sejarah… Jangan pernah berhenti berharap, yakinlah pada mimpi ayah karena itu begitu nyata. Lakukan apa yang ayah yakini bukan apa yang ayah inginkan dan jangan pernah berhenti meski otak dan hati ayah begitu lelah… Life is like riding becycle. You don’t fall off unless you stop pedalling”

Love,
Bunda

Sampai aku posting, aku belum juga bisa menghentikan air mata buaya ini…

tiba – tiba saja aku merasa begitu rapuh.. begitu banyak apa yang telah dia beri meski hampir setiap saat aku menyakitinya… hampir setiap saat…

little eyEs upon you

Posted in Inspiration, personal by Bnoky on June 8, 2008

There are little eyes upon you

And they are watching night and day
There are little ears that quickly
Take in every word you say
There are little hands all eager
To do anything you do
And a little boy who’s dreaming
Of the day he ll be like you

You are the little fellow’s idol
You are the wisest of the wise
In his little mind about you
No suspicions ever rise
He believes in you devoutly
Holds all you say and do
He will say and do, in your way
When he’s grown up just like you

There’s a small eyed little fellow
Who believes you are always right
And his eyes are always opened
And he watches day and night
You are setting an example
Every day in all you do
For the little boy who’s waiting
To grow up to be like you

- bunda

Next Page »