Tepung Kentang
Solenium Tuberosum, mereka menyebutnya seperti itu, sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Semula di manfaatkan orang Andes, bangsa Indian, untuk membuat chumo (makanan bangsa Indian). Selanjutnya, Spanyol mulai membawanya ke Amerika 400 tahun kemudian. Di Tahun 1950, Kentang mulai menjadi makanan pokok untuk beberapa bangsa dan bahan boga.
Indonesia, seharusnya sangat bersyukur dengan Iklim dan tanah yang sangat mendukung untuk menanam Kentang. Namun entah mengapa, kita selalu menjadi bangsa yang hampir selalu berpikir terlambat atau malah tidak berpikir sama sekali. Dengan nilai ekspor yang cukup besar, demand yang cukup tinggi, bangsa kita memilih untuk menjual begitu saja kentang – kentang basah kita. Padahal jika mereka mau sedikit bersabar, dan bersedia untuk melakukan proses tambahan mereka akan mendapatkan nilai lebih untuk itu.
Cina, Singapura dan beberapa tetangga kita membutuhkan begitu banyak kentang dan mereka melakukan proses yang saat ini kami lakukan. Selanjutnya seperti hal lain – lainnya, mengirimkannya kembali menjadi produk setengah jadi yang kita konsumsi dengan lebih mahal. Cerita Lama.
Selain kesedihan melihat hal tersebut di atas, ada hal lain lagi yang lebih konyol. Dari beberapa negara di sekitar, Indonesia mempunyai Iklim dan tanah paling top untuk menanam kentang (di kebun kita). Tapi yang menyedihkan adalah, bahkan sampai sekarang, bibit Kentang, Kita harus Import dari Australia. So Sad
Sebenarnya tidak terlalu rumit untuk membuat Tepung Kentang.
** Steamer
Di tempat kami, Proses di mulai dengan memasukkan bahan baku kentang basah ke dalam bak kontrol yang kemudian di semprot dengan air bertekanan tinggi. Selanjutnya dengan Ban berjalan di kirim melalu Steamer yang akan membuatnya jadi setengah matang. Proses selanjutnya adalah Crussing untu mengupasnya. Tahap akhir, Kentang akan dikirim ke dalam mesin press bertekanan tinggi dan saat bersamaan uap air akan di hisap keluar. Hasil berupa Tepung akan disimpan ke dalam Silo sebelum di packing
** Vacuum Reactor
Potensial Market… Memang Tepung Kentang saat ini tidak sepopuler batu bara ataupun BBM, tapi jangan salah, bukan hanya profiting from future yang bisa kita impikan, tapi jika kita bersedia kembali menengok sedikit, kenapa kita harus mengekspor ketang mentah dan mengimpor tepung kentang yang membuat harga menjadi selangit. Sementara permintaan dari dalam negeri sudah begitu tinggi.
Beberapa hari yang lalu, salah satu produsen susu bubuk menelpon saya, harga impor Tepung kentang semakin meroket, mencapai $ USD 9 per kilo nya, sementara Tepung Kentang adalah salah satu komponen penting mereka. Mereka meminta kami untuk bisa melayani kebutuhan mereka. Namun sayang, kemampuan modal kami tidak mencukupi untuk menambah kapasitas produksi kami. Saat ini kami hanya mampu memproduksi 200 ton/bulan tepung kentang. Dan jujur seluruhnya kami ekspor ke Singapura. Hal ini kami lakukan untuk bertahan hidup. Metode pembayaran sangat berpengaruh terhadap orientasi penjualan kami, mengingat kemampuan modal kami hanya dengkul dan sedikit tumit. Saya sungguh sangat sedih jika mengingat bahwa saya bahkan tidak mampu membantu mereka untuk tidak lagi menaikkan harga produk susunya.
Itu kenapa hari ini saya posting ini, saya berharap ada Investor – investor yang kemudian tertarik untuk membuka kegiatan usaha sejenis. Paling tidak saya berharap bahwa dalam keadaan yang semakin sulit ini jika harga Minyak semakin meroket menstimulir biaya hidup yang semakin tinggi, harga susu untuk generasi yang akan datang tidak naik juga, syukur kalau bisa turun.
Dan rasanya gak nyaman bertanding tanpa lawan seperti saat ini. We still the only one in this bloody country. Dan konyolnya, kamipun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.


on August 20, 2008 on 5:30 am
tujuan pebuatan keripik kentangn dan kerupuk kentang ?
on September 9, 2008 on 7:25 am
Ini yang saya cari selama ini.
Asal saya dari Malang, saya menekuni perdagangan kentang. Melihat fluktuasi harga yang sangat tajam, saya kasihan sama petani. Dan tepung kentang mungkin salah satu solusi. Mungkin Bapak bisa membantu saya untuk memberi informasi mengenai: instalasi mesin pengolahannya (dana yang harus disediakan). Dan informasi-informasi lain yang berkaitan.
Demikian, bantuan dari Bapak akan saya hargai.
Salam
D Sugondo Spt.
03417708002
on October 16, 2008 on 8:08 am
Salam kenal,
Saya berasal dari dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.
saya lulusan S1 IPB. setelah lulus Obsesi saya adalah menjadi pengusaha kentang, khususnya tepung kentang, sesuai disiplin ilmu yang saya ambil selam kuliah di IPB. Hampir mirip dengan saudara Sugondo, tapi kalau saya belum sampai bikin. saya masih merintis dengan menanam sendiri di ladang dan membangun jaringan. kebetulan saya punya beberapa relasi investor di jakarta. mohon informasi-informais mengenai instalasi, juga pendaaan. saya berharap bisa segera merealisasikan usaha ini. bahan baku di tempat saya suangat melimpah. mohon saran.
terimakasih
on February 25, 2009 on 5:56 am
Mas, saya Bintang anak Pertanian UNS jurs. THP.,.,
Saya lagi btuh info tentang Teknologi Pengolahan Tepung Kentang secara detail.,.
klo ada,tolong kirim ke email saya yach.,.,
Terima kasih.,.,.
on March 4, 2009 on 1:33 pm
Mas, saya berminat serius dan tertarik untuk set up industri tepung kentang lengkap. Bisa dimulai dengan skala ekonomis terkecil dengan pengembangan kelak sesuai kebutuhan optimalisasi resources yang diperlukan. Saya tawarkan kemitraan dengan pola profit sharing.
Mohon kerjasamanya untuk pembuatan FS.
Terima Kasih.
Akbar FR
afr4biz
(022) 703xxxx
on April 6, 2009 on 11:56 am
saya berdomisili di wonosobo, bahan baku kentang sangat melimpah dan sampai saat ini hanya digunakan sebagai sayur. saya sangat tertarik dan berminat untuk proses menjadi tepung kentang. bila bapak berminat untuk kerjasamam saya siap untuk menjadi mitra kerja. hubungi saya di 081328111588 / fax : 0286 322196
salam,
on April 6, 2009 on 7:27 pm
mas, mohon info investasi untuk pembuatan pabrik tepung kentang sekala menengah. pemesanan mesin dmn? tks.
endang
on April 24, 2009 on 4:52 am
slmat siang saya joel dari lhok seumawe, NAD.
saya ingin tau lebih jauh tentang pengolahan kentang,kebijakan dalam menentukan harga, tingkat promosi,cara pemasara.
on May 5, 2009 on 1:55 pm
Pak, saya berdomisili di Wonosobo, dimana tempat kami banyak tersedia kentang yang siap menjadi bahan baku tepung kentang.dan saya butuh informasi tentang Technologi Pengolahan Tepung Kentang secara menditail termasuk alat-alat produksinya dan dimana kami harus mendapatkannya.
Pak,apakah produksi tepung kentang bisa dilakukan secara home industri?
Saya sudah mendapatkan Investor untuk proses produksi tersebut, saya tunggu balasan email dari bapak, sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
on May 12, 2009 on 9:19 am
Pak, Saya marco berdomisili di Medan, sangat dekat denga source kentang yg bisa kita beli dalam jumlah besar.. kami sendiri adalah exportir rempah2 ke luar negeri.. jika memang bisnis tepung kentang ini bisa menjanjikan profit yg lumayan, kami akan bisa untuk expansi untuk pabrik tepung kentang ini.. mohon di informasikan segera ke hp saya tentang estimasi biaya untuk membuat 1 line mesin tepung tersebut..
on July 11, 2009 on 4:14 pm
salam kenal,
Nama saya fardiansah, asal saya sidoarjo. saya tertarik dengan gagasan yang bapak berikan, untuk cara membuat tepung kentang lebih berkembang dan tidak tergantung terhadap barang- barang impor. yang saya tanyakan, andai kata kentang di buat menjadi tepung apakah bisa? dengan tekstur kentang mengandung kadar air lebih banyak dan sulit untuk d buat menjadi tepung? saya mohon di berikan petunjuk untuk membuat tepung kentang dengan cara tradisional seperti apa?? dan untuk cara tekhnologi menggunakan mesin seperti apa?? karena peluang bisnis untuk menjadikan tepung kentang menjadi bahan baku yang lainnya sangat banyak. terima kasih atas informasinya. kami mohon kepada bapak berkenan untuk dapat membalas pertanyaan dari kami. saya ucapkan terima kasih sebesar- besarnya..
on August 6, 2009 on 12:46 pm
infonya sangat membantu sekali. saya sangat setuju kalau tepung kentang memiliki kandungan gizi yang banyak.bisa digunakan sebagai alternatif bila bosan dengan olahan kentang. tetapi bagi saya yang hanya ibu rumah tangga saya juga ingin sekali bisa membuat tepung kentang sendiri.tentu saja dengan cara manual. apalagi saya memiliki bayi.saya mohon bapak berkenan memberitahu cara-cara yang mudah untuk saya praktekkan sendiri di rumah.saya tunggu balasan dari bapak.saya ucapkan terima kasih sebelumnya.
on September 6, 2009 on 7:54 am
tolong beri infi tentang kentang hitam, proses pengolahannya menjadi bahan baku seperti tepung dan lainnya..
thanks banget ya..
on October 2, 2009 on 1:11 pm
Dengan Hormat,
Terima kasih atas artikel Bapak yang sangat berguna. saya wiraswasta yang tertarik dengan bisnis tepung kentang. Mohon Bapak berkenan memberi saya masukan sbb : – sumber dan jenis kentang utk tepung
– spec. mesin utk pengolahan dari awal hingga
finishing goods.
– Market lokal dan internasional
– Peta persaingan dan prospek bisnis.
Sungguh saya sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan bapak.
Salam Hormat, Josef.